Bekasi – Pemerintah terus memperkuat upaya pencapaian swasembada pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan pertanian, serta meningkatnya kebutuhan pangan.
Keberhasilan program pangan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan ketersediaan sarana produksi, tetapi juga oleh efektivitas pelaksanaannya di tingkat lapangan.
Dalam konteks tersebut, penyuluh pertanian memegang peran strategis sebagai pendamping petani dan penghubung antara kebijakan pemerintah dengan praktik usaha tani.
Melalui pendampingan berkelanjutan, penyuluh pertanian mendorong perubahan perilaku, peningkatan keterampilan, serta penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Endah Lestari, mengatakan pendekatan penyuluhan dilakukan secara persuasif dan bertahap agar petani dapat menerima dan menerapkan inovasi sesuai dengan kondisi lapangan.
“Pendampingan kepada petani difokuskan pada perubahan perilaku, peningkatan keterampilan, serta pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian agar produksi pangan semakin mandiri,” kata Endah.
Endah menilai dukungan kebijakan pemerintah turut memberikan dampak signifikan bagi keberlanjutan usaha tani.
Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dinilai memberikan kepastian usaha sekaligus meningkatkan motivasi petani untuk menjaga kualitas dan meningkatkan produksi.
“Kebijakan HPP memberikan kepastian bagi petani, sehingga mereka lebih termotivasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen,” ujarnya.
Selain itu, Balai Penyuluhan Pertanian di wilayahnya dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan laboratorium lapangan bagi petani. Melalui fasilitas tersebut, petani dapat mempraktikkan langsung penggunaan alat dan mesin pertanian, sehingga proses adaptasi teknologi berjalan lebih cepat dan efisien.
“Praktik langsung penggunaan alsintan membantu petani bekerja lebih efisien dari sisi waktu dan tenaga,” jelas Endah.
Endah juga mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian, melalui berbagai kebijakan dan program strategis pertanian.
Dukungan tersebut dinilai memperkuat peran penyuluh pertanian dalam mendorong adopsi mekanisasi, peningkatan produktivitas, serta penguatan kapasitas petani.
“Dukungan pemerintah pusat sangat dirasakan di lapangan dan memperkuat peran penyuluh pertanian dalam mendukung swasembada pangan nasional,” tegasnya.
Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah, pendampingan penyuluh pertanian, dan penerapan mekanisasi pertanian yang tepat guna, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.***
