Geliat Investasi Hulu Migas Jaga Asa Ketahanan Energi Nasional

Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendorong investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) melalui pembukaan wilayah kerja baru.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka lelang 10 wilayah kerja (WK) migas dalam Indonesia Bid Round 2026, yang ditujukan untuk memperluas kegiatan eksplorasi serta menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.

Sepuluh blok yang disiapkan untuk dilelang meliputi Puri, Rupat, South Matindok, Karapan Baru, Bengara II, Lao Lao, Pesut Mahakam, Maratua 2, South Mahakam, dan Rombebai.

Salah satu blok yang dinilai potensial adalah Blok Rupat yang berada di segmen utara Central Sumatra Basin. Berdasarkan dokumen kajian teknis yang disusun Ditjen Migas BBPMGB LEMIGAS dan Badan Geologi Pusat Survei Geologi, wilayah Rupat mencakup area darat dan laut hingga Selat Malaka, dengan rekam jejak eksplorasi sejak 1940-an.

Data subsurface yang tersedia dinilai cukup kuat, mulai dari data checkshot sekitar 15 sumur, final well report sekitar 11 sumur, hingga ketersediaan data biostratigrafi dan geokimia pada beberapa sumur.

Selain itu, area Rupat juga didukung sekitar 651 lintasan seismik 2D dari periode akuisisi akhir 1960-an hingga 1980-an. Meski sebagian merupakan data vintage yang membutuhkan reprocessing, kondisi tersebut membuka peluang reinterpretasi menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan kualitas pemetaan potensi hidrokarbon.

Di sisi lain, SKK Migas mencatat peningkatan minat investasi yang tercermin dari lonjakan pengajuan studi bersama (joint study).

Deputi Eksplorasi, Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, menyebut tren ini meningkat signifikan sejak awal 2026.

Kami catat ada peningkatan joint study secara masif untuk pastikan wilayah kerja yang diambil sesuai minat dan hasilnya nanti, ujar Rikky.

Rikky menambahkan, strategi penyediaan data komprehensif menjadi kunci untuk menarik investor.

Ini bergerak terus angkanya dari 65, 75 lalu ke 110. Jadi kita sangat ingin menjaring potensiall investor untuk mengambil porsi-porsi joint study, tambahnya.

Dengan pembukaan wilayah kerja baru, akses data yang lebih terbuka, serta meningkatnya ketertarikan pelaku usaha, Indonesia Bid Round 2026 diyakini mampu memperkuat portofolio eksplorasi migas nasional dan menjaga asa ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang. #

More From Author

Ketahanan Energi Papua dan Urgensi Penguatan SDM Hilir

Pembiayaan Rumah Subsidi sebagai Kunci Akses Hunian Layak  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *