Stabilitas Stok Energi Nasional di Tengah Gejolak Global: Bukti Resiliensi dan Tata Kelola Efektif Pemerintah

JAKARTA – Praktisi Energi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Zaky Mahendra, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas stok energi nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Zaky menilai bahwa ketahanan energi Indonesia saat ini berada pada level yang sangat solid berkat manajemen distribusi yang presisi serta keterbukaan informasi yang mampu meredam spekulasi publik.

“Ketahanan energi Indonesia saat ini sangat solid, didukung oleh distribusi yang terkelola dengan baik serta transparansi informasi yang mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi isu kelangkaan energi global akibat konflik Iran-Israel, Zaky Mahendra menegaskan bahwa Indonesia memiliki bantalan yang cukup kuat dengan cadangan operasional BBM nasional yang stabil di atas 20 hingga 25 hari.

“Cadangan operasional BBM yang terjaga di atas batas aman bukan hanya angka, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk menjaga ketenangan masyarakat dan mencegah panic buying,” jelasnya.

Zaky juga menjelaskan keberhasilan ini tidak terlepas dari efektivitas distribusi melalui program BBM Satu Harga yang telah menjangkau lebih dari 500 titik di seluruh Indonesia.

“Pemanfaatan teknologi seperti digital nozzle dan pemantauan stok secara real-time menjadi kunci dalam memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran,” tambahnya.

Lebih lanjut, Zaky Mahendra menyoroti penguatan kemandirian energi melalui percepatan program Biodiesel B50 yang direncanakan beroperasi penuh pada Juli 2026.

“Diversifikasi energi melalui B50 merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kedaulatan energi nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap jalur Selat Hormuz yang hanya berkisar 14 hingga 18 persen menunjukkan posisi yang relatif aman di tengah dinamika global.

“Dengan optimalisasi energi domestik dan peningkatan kapasitas kilang, Indonesia semakin siap menghadapi gejolak pasar internasional,” tegasnya.

Zaky menekankan pentingnya transparansi informasi dalam menjaga stabilitas nasional.

“Keterbukaan informasi mengenai pasokan energi sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi nasional,” pungkasnya.

More From Author

Pemerintah Perkuat Regulasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan dan Keselamatan Buruh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *