Akademisi Tegaskan MBG Jadi Strategi Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia

Jambi – Akademisi STKIP Muhammadiyah Kabupaten Sungai Penuh Provinsi Jambi, Yunaldi, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah nyata negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurutnya, program ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan pemenuhan hak dasar masyarakat, khususnya akses terhadap gizi yang layak sebagai fondasi utama pembangunan generasi masa depan.

“Program ini tidak hanya menyasar pemenuhan gizi anak dan pelajar tetapi juga berperan mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan dengan menjangkau kelompok tertentu.” Kata Yunaldi dikutip Senin (23/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa kecukupan gizi dinilai berperan penting dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak, yang pada akhirnya berdampak pada kemampuan belajar serta daya saing bangsa di masa mendatang.

Lebih lanjut, Yunaldi menilai bahwa program MBG mencerminkan pendekatan kebijakan yang inklusif dan terintegrasi, karena tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga kelompok masyarakat lain yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi.

“MBG memperkuat peran negara dalam memastikan tidak ada generasi yang tertinggal akibat keterbatasan akses makanan bergizi. Hal ini menjadi penting dalam upaya menciptakan keadilan sosial dan pemerataan pembangunan” katanya.

Dalam aspek pelaksanaan, Yunaldi turut mengapresiasi langkah pemerintah yang telah menetapkan standar operasional yang ketat untuk menjamin keamanan pangan.

Ia menilai bahwa keberadaan standar tersebut menjadi kunci dalam memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat tetap terjaga.

“Langkah-langkah yang dijalankan Pemerintah diantaranya menyiapkan standar operasional, prosedur dan SOP yang ketat untuk menjamin keamanan pangan meliputi seleksi bahan baku sesuai standar” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga dinilai tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan pelanggaran atau kelalaian dalam pelaksanaan program. Langkah ini dianggap penting sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat sekaligus menjaga kualitas program secara keseluruhan.

“Pemerintah juga mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang lalai, sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat,” lanjutnya.

Menanggapi insiden yang sempat terjadi dalam pelaksanaan program, Yunaldi menilai respons cepat pemerintah dalam memberikan penanganan medis serta melakukan evaluasi menyeluruh merupakan langkah tepat untuk menjaga kepercayaan publik.

Ia menekankan bahwa perbaikan berkelanjutan harus terus dilakukan agar program ini dapat berjalan lebih optimal.

“Dengan pengawasan dan perbaikan, MBG diharapkan semakin aman, tepat sasaran dan mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat.,” tutupnya.

More From Author

Penguatan Program Prioritas Pendidikan Dorong Peningkatan Mutu dan Pemerataan Nasional

From Border to Better Future: MBG dan Transformasi Wilayah Perbatasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *