JAKARTA – Transformasi ekonomi pedesaan kini menemukan momentum baru melalui penguatan kelembagaan ekonomi desa atau Korporasi Desa (KDMP). Salah satu Business Assistant KDMP di Kabupaten Bogor, Aji Pangestu menegaskan bahwa model ini menjadi kunci untuk menggeser peran desa dari sekadar produsen bahan mentah menjadi pusat pengolahan bernilai tambah yang kompetitif.
Menurut Aji, tantangan terbesar ekonomi desa selama ini adalah keterbatasan skala usaha dan panjangnya rantai distribusi. KDMP hadir untuk melakukan konsolidasi potensi lokal agar pelaku UMKM dan petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat di pasar nasional.
“KDMP bekerja dengan mengintegrasikan ekosistem usaha desa secara profesional. Kami tidak hanya mendampingi proses produksi, tetapi juga memastikan hilirisasi berjalan di tingkat desa. Dengan mengolah bahan mentah menjadi produk jadi, margin keuntungan yang diterima masyarakat desa bisa meningkat berkali lipat dibandingkan pola konvensional,” ujar Aji dalam keterangannya, Sabtu (13/6).
Dalam operasionalnya, Aji menekankan pentingnya digitalisasi dan standardisasi sebagai instrumen daya saing. Pihaknya aktif mendorong adopsi teknologi transaksi digital serta sertifikasi produk agar hasil karya masyarakat desa memenuhi standar ritel modern.
Langkah ini diyakini sebagai solusi nyata untuk memutus ketergantungan pada tengkulak dan perantara yang selama ini menekan pendapatan produsen lokal.
Optimisme Aji terhadap masa depan KDMP didasari oleh meningkatnya antusiasme generasi muda di perdesaan yang mulai terjun langsung dalam manajemen bisnis berbasis korporasi.
Selain itu, sinergi dengan sektor swasta melalui model kemitraan strategis terus diperkuat guna menjamin kepastian pasar bagi produk-produk desa.
“KDMP adalah prototipe ekonomi inklusif yang sedang kita bangun. Kami sangat optimis bahwa dengan pengelolaan yang transparan dan berbasis data, desa akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia yang maju hanya bisa terwujud jika desa-desanya mandiri dan memiliki ketahanan ekonomi yang kokoh,” pungkas Aji.
Saat ini, KDMP terus mengintensifkan program pendampingan manajemen dan akses pembiayaan guna memastikan unit-unit usaha di perdesaan tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu terus berekspansi di tengah persaingan pasar yang semakin menantang.***
