Strategi Penguatan Komunikasi Lintas Lembaga Dalam Memperkuat Ekosistem Media Digital

Jatimdaily.com – Penguatan komunikasi lintas lembaga dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk membangun ekosistem media digital nasional yang aman, terpercaya, inklusif, dan berdaya saing.

Kolaborasi antarlembaga diperlukan untuk menghadapi semakin kompleksnya tantangan ruang digital, termasuk disinformasi, penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI), hingga kejahatan siber.

Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan di Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Marroli Jeni Indarto menilai komunikasi lintas lembaga perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi nasional dalam menghadapi dinamika ruang digital.

Komdigi memiliki peran penting dalam mengorkestrasi sinergi komunikasi antarlembaga. Upaya tersebut diperlukan untuk mendorong kesamaan narasi serta memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap konsisten, transparan, dan berbasis data.

Keselarasan komunikasi antarlembaga dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang lebih jelas sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap informasi resmi pemerintah.

“Komunikasi lintas lembaga perlu diposisikan sebagai strategi nasional yang krusial dalam menghadapi kompleksitas ruang digital,” kata Marroli.

Menurutnya, komunikasi publik tidak cukup hanya mengandalkan satu institusi. Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat pemerintah perlu membangun jaringan komunikasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan.

Karena itu, penguatan kemitraan komunikasi dilakukan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, media, akademisi, komunitas, dan sektor swasta. Sinergi juga perlu diperkuat antara kementerian dan lembaga dengan pemerintah daerah agar penyampaian informasi dapat berlangsung lebih efektif hingga ke tingkat masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan strategi komunikasi yang lebih responsif terhadap berbagai ancaman di ruang digital. Marroli menilai komunikasi publik yang kolaboratif juga harus didukung dengan penggunaan data. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat perlu memiliki dasar yang jelas, akurat, kredibel, cepat, transparan, dan konsisten.

“Komunikasi publik yang kolaboratif dan berbasis data menjadi fondasi dalam memperkuat kepercayaan dan resiliensi informasi masyarakat,” ujarnya.

Selain memperkuat kualitas informasi, peningkatan literasi digital juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi berbagai ancaman informasi. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah, memeriksa, dan memverifikasi informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

“Penguatan ekosistem media digital nasional membutuhkan sinergi berkelanjutan melalui pentahelix, dengan pemerintah sebagai fasilitator dan regulator, media sebagai penyedia informasi yang jernih dan beretika, serta masyarakat sebagai pengguna informasi yang kritis dan agen penyebaran konten positif,” ujar Marroli.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi berbagai unsur tersebut menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan ruang digital nasional yang tangguh dan terpercaya. Ekosistem digital yang sehat diharapkan pada akhirnya dapat mendukung penyebaran informasi berkualitas sekaligus memperkuat pembangunan nasional.***

More From Author

Waspada Provokasi, Jangan Biarkan Demonstrasi Anarkis Merusak Persatuan Bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *