Jawa Timur – Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Prov. Jawa Timur, Dr. Fathur Rozi, M.Fil.I. menjelaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mengawal dan memastikan ketahanan pangan nasional tercapai terutama di daerah-daerah.
Fathur Rozi menilai Kab. Bondowoso telah melakukan pengembangan sektor pertanian khususnya pertanian organik menjadi prioritas utama pembangunan.
“Desa Lombok Kulon di Kecamatan Wonosari, menjadi salah satu lokus dan salah satu lumbung pertanian organik unggulan di Bondowoso yang telah mencapai luas lahan 105 hektare dan kedepannya akan dikembangkan hingga mencapai 145 hektare.” ucap Fathur Rozi
Selain itu, Peran Pemda dalam menjaga ketahanan pangan menjadi sangat penting terutama dengan memanfaatkan komoditas unggulan di masing-masing daerah. Pengembangan pertanian organik menjadi kontribusi nyata Kabupaten Bondowoso dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta berdampak langsung pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Berbagai program adaptasi mulai dari penguatan irigasi hingga penggunaan teknologi pertanian yang lebih efisien menunjukkan keseriusan Pemda dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah. Selain itu, penyediaan benih, pupuk dan bantuan alat pertanian bagi petani menjadi dorongan yang kuat bagi peningkatan produktivitas pertanian di musim kemarau.” ujar Fathur Rozi
Dengan demikian, upaya Pemda dalam menjaga stabilitas produksi dan distribusi pangan memberikan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan ditengah ancaman musim kemarau. Disisi lain, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Pemda dengan Pemerintah Pusat, TNI/Polri, Perguruan Tinggi dan Kelompok Tani untuk mengatasi ancaman kemarau serta memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan terus dilakukan.
Upaya mewujudkan swasembada pangan membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa. Pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga keberlanjutan sumber daya alam, memperkuat infrastruktur dan teknologi, serta memastikan distribusi pangan berjalan secara efektif.
Swasembada pangan bukan sekadar pencapaian peningkatan produksi, melainkan sebuah komitmen untuk membangun sistem pangan nasional yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. Dari tanah pertanian hingga meja makan masyarakat, setiap proses menjadi bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan dan memperkuat kedaulatan Indonesia.
“Dengan langkah tersebut, swasembada pangan tidak hanya menjadi target pembangunan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terwujudnya Indonesia yang mandiri, tangguh, dan berdaulat dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.” tutup Fathur Rozi
