Investasi Nasional Dinilai Dorong Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

frekuensinews.com – Investasi nasional dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong percepatan perekonomian Indonesia. Masuknya investasi dapat memperluas aktivitas produksi, perdagangan, dan jasa sekaligus menciptakan peluang kerja serta memperkuat kapasitas industri dan UMKM domestik.

Pengusaha travel dan properti asal Sumatra Utara, Bahal Siregar, mengatakan kualitas investasi tidak hanya perlu dilihat berdasarkan nilai modal yang masuk, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Masyarakat perlu memahami bahwa kualitas investasi tidak hanya diukur dari nominal modal yang masuk, melainkan dari efek berganda (multiplier effect) yang dihasilkannya,” kata Bahal.

Investasi Beri Efek Berganda

Menurut Bahal, investasi yang produktif dapat memberikan dampak terhadap berbagai sektor, termasuk logistik dan transportasi. Aktivitas investasi juga dapat membuka ruang kolaborasi sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Program CSR, kata dia, dapat diarahkan pada sektor pendidikan, kegiatan sosial, keagamaan, serta kebutuhan masyarakat lainnya.

Bahal menilai dampak investasi juga dapat terlihat dari pengembangan sektor perumahan yang memiliki keterkaitan dengan industri bahan bangunan dan penyerapan tenaga kerja.

Perumahan Jadi Bagian dari Penggerak Ekonomi

Bahal menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah dalam mendorong program perumahan subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Saya mengapresiasi dan mendukung penuh atas langkah strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri PKP Maruarar Sirait dalam menggenjot program perumahan subsidier,” katanya.

Menurut Bahal, penyediaan hunian terjangkau menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian. Ia menyebut angka kekurangan rumah (backlog) masih menjadi persoalan bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.

Skema KPR subsidi dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dinilai dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah.

“KPR Subsider dan FLPP bisa jadi solusi konkret untuk pangkas angka backlogging perumahan di masyarakat,” katanya.

Pembangunan Rumah Serap Tenaga Kerja

Untuk mempercepat pembangunan hunian terjangkau, Bahal menyebut peluang kerja sama investasi dengan investor global dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sektor perumahan.

Menurutnya, pembangunan rumah memberikan efek berantai karena membutuhkan bahan bangunan sekaligus tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Pembangunan perumahan ini secara langsung menyerap bahan bangunan lokal dan menciptakan penyerapan tenaga kerja yang tinggi,” lanjutnya.

Bahal memperkirakan pembangunan satu unit rumah rata-rata dapat menyerap sedikitnya lima tenaga kerja.

“Setiap satu rumah kira-kira bisa serap minimal lima orang pekerja,” ujarnya.

Ia menilai keterhubungan antara investasi nasional dan sektor properti dapat memperluas aktivitas ekonomi, mulai dari penyediaan bahan bangunan hingga jasa konstruksi.

Pada akhirnya, investasi yang masuk diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan industri, dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bahal menilai pengembangan investasi yang terintegrasi dengan sektor produktif, termasuk perumahan, dapat menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.

More From Author

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *