JatimDaily – Upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Dosen Praktisi Sekolah Vokasi Universitas Indonesia, Irwan Hermawan, S.E., MMktgComm, CPR, menilai langkah tersebut perlu diperkuat melalui sinergi lintas sektor dan komunikasi publik yang transparan.
Menurut Irwan, dinamika perekonomian menuntut langkah nyata agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi. Kehadiran pemerintah dinilai penting untuk menjaga pasokan pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
“Stabilitas pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan barang, tetapi juga keterjangkauan harga, khususnya bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah,” ujarnya.
Salah satu upaya yang disorot adalah pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta operasi pasar. Kedua instrumen tersebut berperan dalam menjaga ketersediaan bahan pangan pokok dan mengendalikan gejolak harga di masyarakat.
Selain itu, Irwan menekankan pentingnya bantuan ekonomi dan perlindungan sosial bagi masyarakat rentan yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Dukungan tersebut diperlukan untuk memastikan kelompok yang membutuhkan tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar.
Ia juga mendorong pemerintah menyampaikan informasi secara terbuka mengenai perkembangan ekonomi dan harga pangan. Transparansi komunikasi dinilai dapat membantu masyarakat memahami kebijakan yang diterapkan sekaligus mencegah kesalahpahaman.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Irwan mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyebaran berita bohong atau hoaks mengenai kenaikan harga bahan pangan.
“Masyarakat diharapkan semakin meningkatkan literasi digital dan tidak mudah memercayai informasi yang belum jelas sumber serta kebenarannya,” katanya.
Menurutnya, komunikasi yang baik dapat meredam isu tidak berdasar yang berpotensi menimbulkan keresahan dan membuka peluang spekulasi harga.
Irwan turut menekankan perlunya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga harga pangan tetap stabil dan terjangkau. Sinergi tersebut juga perlu melibatkan pelaku usaha, terutama pihak yang bergerak dalam penyediaan dan distribusi logistik pangan.
Ia mengingatkan agar pelaku usaha tidak menjadikan isu kenaikan harga sebagai alasan untuk menaikkan harga secara sewenang-wenang. Kelancaran distribusi dan tanggung jawab seluruh pihak menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Irwan berharap upaya stabilisasi pangan semakin efektif sehingga ketersediaan bahan pokok terjaga, harga tetap terjangkau, dan kesejahteraan masyarakat terlindungi.
