Oleh: Ricky Rinaldi
Gejolak global belakangan ini menghadirkan ujian nyata bagi ketahanan bangsa. Harga energi dunia melambung, rantai pasok terganggu, dan tekanan inflasi merambah hampir semua negara. Di tengah situasi yang tidak menentu ini, Indonesia memilih jalan yang tidak populer namun berpihak pada rakyat: menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sambil terus memperkuat dialog kebangsaan. Dua hal ini bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan benteng berlapis yang melindungi masyarakat dari guncangan ekonomi sekaligus dari provokasi chaos yang bisa memecah belah persatuan.
Persoalan klasik yang selalu muncul saat krisis energi adalah ketakutan akan lonjakan harga BBM yang berimbas pada semua sektor. Transportasi naik, logistik terganggu, dan harga pangan ikut melambung. Rakyat kecil yang paling merasakan getirnya. Dalam konteks inilah, pemerintah mengambil keputusan berani. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah terus mencari formulasi harga BBM yang bijaksana di tengah lonjakan harga minyak dunia. Harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan melalui alokasi subsidi energi yang membengkak dalam APBN. Ini adalah bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat bawah yang paling rentan terhadap tekanan inflasi.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario antisipatif. Mulai dari optimalisasi kilang dalam negeri, peningkatan cadangan strategis, hingga diversifikasi sumber energi. Semua dilakukan agar masyarakat tidak terbebani oleh gejolak yang terjadi di luar negeri. Kebijakan ini memang membebani APBN, tetapi Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar subsidi tetap mengalir demi melindungi daya beli rakyat. BBM tidak boleh menjadi pemicu gejolak sosial. Karenanya, setiap kebijakan di sektor energi selalu diuji dengan satu pertanyaan sederhana: apakah rakyat kecil tetap bisa bernapas lega?
Namun, stabilitas BBM saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan komunikasi politik yang sehat. Di sinilah peran dialog kebangsaan menjadi sangat krusial. Belakangan ini, isu kelangkaan BBM, antrean panjang, hingga tuduhan bahwa pemerintah sengaja menahan pasokan kerap muncul sebagai narasi provokatif. Hoaks-hoaks ini dirancang untuk menciptakan kepanikan massal. Jika dibiarkan, chaos bisa terjadi bukan karena krisis nyata, melainkan karena informasi yang tidak bertanggung jawab.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan bahwa dialog kebangsaan menjadi katup tekanan yang efektif. Menurutnya, di tengah situasi global yang panas, stabilitas politik dan keamanan dalam negeri adalah harga mati. Djamari menjelaskan bahwa pemerintah terus menjalin komunikasi intensif dengan seluruh elemen bangsa, mulai dari tokoh agama, akademisi, jurnalis, hingga perwakilan buruh dan petani. Melalui forum-forum ini, pemerintah menjelaskan secara jujur realitas harga minyak dunia, beban subsidi, dan alasan di balik setiap kebijakan BBM.
Djamari juga menyoroti bahwa Presiden Prabowo telah memberi contoh nyata dalam merawat dialog kebangsaan. Pada awal Maret 2026, Presiden mengundang seluruh mantan presiden, mantan wakil presiden, mantan menteri luar negeri, serta para pimpinan partai politik untuk duduk bersama membahas dinamika geopolitik global dan kesiapan Indonesia. Langkah ini membuktikan bahwa dialog kebangsaan bukan sekadar retorika, melainkan praktik nyata yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak dibiarkan dalam ruang hampa informasi. Mereka tahu mengapa ada kebijakan yang tidak populer, dan mereka juga tahu bahwa negara tetap hadir di tengah kesulitan.
Djamari Chaniago yang dilantik pada September 2025 lalu memiliki tugas berat untuk menjaga kondusivitas nasional di tengah tekanan eksternal. Ia menekankan bahwa provokasi chaos tidak selalu datang dari luar negeri, tetapi sering kali muncul dari dalam yang memanfaatkan isu-isu sensitif seperti BBM. Karena itu, selain kebijakan yang berpihak, penguatan literasi digital dan kewaspadaan kolektif menjadi keharusan. Masyarakat harus cerdas dalam menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi, dan lebih percaya pada data resmi yang disampaikan pemerintah.
Keberhasilan menjaga stabilitas BBM tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di pusat, tetapi juga oleh tata kelola distribusi yang baik. Pemerintah telah memastikan bahwa stok BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia. Transparansi dalam penyaluran kuota, pengawasan terhadap oknum yang mencoba menimbun atau mempermainkan harga, serta digitalisasi pendistribusian BBM bersubsidi menjadi faktor kunci. Masyarakat tidak perlu panik terhadap isu-isu yang meresahkan selama sistem berjalan dengan baik dan diawasi secara ketat.
Dialog kebangsaan dan stabilitas BBM mencerminkan semangat gotong royong dalam menghadapi krisis. Tidak ada satu pihak pun yang bisa berdiri sendiri. Pemerintah, DPR, tokoh masyarakat, media, dan seluruh elemen bangsa harus bahu-membahu menjaga ketenangan nasional. Ketika dunia sedang dilanda badai, solidaritas kolektif menjadi modal sosial yang tidak ternilai harganya.
Pada akhirnya, dialog kebangsaan dan stabilitas BBM bukan sekadar strategi teknis atau retorika politik. Keduanya adalah simbol harapan bagi masyarakat untuk tetap tenang dan produktif meskipun dunia sedang bergolak. Stabilitas BBM menjadi jaminan bahwa roda ekonomi tidak berhenti. Dialog kebangsaan menjadi jaminan bahwa persatuan tetap terjaga. Dengan fondasi yang kuat dan kebersamaan yang tulus di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, serta sinergi antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menko Polkam Djamari Chaniago, Indonesia tidak hanya akan selamat dari badai global, tetapi juga akan keluar sebagai bangsa yang lebih tangguh dan berdaulat.
*)Pengamat Isu Strategis
