Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi dengan Dunia Usaha untuk Perluasan Lapangan Kerja

Bekasi — Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha dalam rangka memperluas lapangan kerja serta meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita yang menekankan pembangunan sektor produktif dan penyediaan kesempatan kerja berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Drs. Sopian Hadi, MM, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen membangun ekosistem ketenagakerjaan yang kuat dan adaptif.

Kolaborasi ini terlihat dari semakin terbukanya perusahaan-perusahaan di Kabupaten Bekasi dalam merekrut tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

“Perusahaan-perusahaan di wilayah Kabupaten Bekasi kini semakin terbuka dalam merekrut tenaga kerja sesuai dengan spesifikasi kebutuhan mereka,” ujar Sopian.

Pemerintah daerah memastikan kebutuhan tenaga kerja industri diimbangi dengan peningkatan kompetensi melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Pelatihan dilaksanakan setiap hari, pagi dan siang, untuk membekali lulusan SMK, SMA, hingga peserta program paket belajar.

Menurut Sopian, pelatihan vokasi ini tidak hanya menyasar industri besar, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Satu unit usaha kuliner saja mampu menyerap hingga sepuluh tenaga kerja, belum termasuk sektor pendukung seperti layanan pengantaran,” ungkapnya.

Sopian juga menyoroti bahwa program prioritas pemerintah pusat, khususnya dalam Asta Cita Prabowo, memberi dampak besar terhadap akses kerja di daerah.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menciptakan permintaan tenaga kerja baru pada sektor produksi makanan, distribusi, hingga administrasi di sekolah dan desa. Banyak penyedia jasa makanan kini merekrut tenaga tambahan untuk memenuhi kebutuhan penyediaan pangan harian.

Selain MBG, program Koperasi Desa Merah Putih ikut membuka peluang ekonomi baru. Penguatan koperasi di tingkat desa meningkatkan akses permodalan, membuka usaha produktif, dan melibatkan generasi muda menjadi bagian dari pembangunan ekonomi desa.

Pemerintah daerah mengakui bahwa kebijakan hilirisasi industri yang dicanangkan Presiden Prabowo berperan vital dalam menciptakan iklim investasi positif.

Peningkatan investasi nasional berdampak langsung pada meningkatnya permintaan tenaga kerja di kawasan industri besar seperti Kabupaten Bekasi.

“Pemerintah pusat melalui berbagai kebijakan ketenagakerjaan dan pembangunan sektor produktif memberikan kontribusi besar dalam menciptakan iklim kerja yang lebih kondusif,” ujar Sopian.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi konsisten antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan lokal.

Ke depan, Pemkab Bekasi berkomitmen memperluas jangkauan pelatihan berbasis kompetensi, meningkatkan pelayanan ketenagakerjaan, serta memastikan dunia usaha mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

More From Author

Belanja Negara Dorong Pemulihan Ekonomi: Pemerintah Optimalkan Instrumen Fiskal 2025  

Syuriah PBNU Redakan Polemik, Warga Nahdliyin Harus Jaga Keteduhan dan Perkuat Ukhuwah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *