Pemerintah Perkuat Langkah Pencegahan Radikalisme di Kalangan Anak dan Generasi Muda

Jakarta – Sekretaris Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bengkulu, Wibowo Susilo menegaskan bahwa pencegahan radikalisme pada anak dan generasi muda menjadi langkah penting untuk menjaga masa depan bangsa. Menurutnya, ancaman radikalisme tidak bisa dipandang ringan karena dapat merusak pola pikir, karakter, dan orientasi hidup generasi muda.

Paparan paham ekstrem bukan hanya mengikis nilai toleransi dan kebinekaan, tetapi juga berpotensi menumbuhkan sikap intoleran, anti-sosial, hingga memicu tindakan kekerasan.

Wibowo menegaskan bahwa upaya pencegahan radikalisme harus dijalankan secara bersama-sama oleh seluruh elemen bangsa.

“Kolaborasi lintas sektor, tokoh agama, serta organisasi kepemudaan menunjukkan bahwa pencegahan radikalisme bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.” Ujarnya dikutip Senin (16/3/2026).

Ia menilai pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat dalam menangani persoalan tersebut melalui pendekatan kolaboratif.

Langkah-langkah yang dijalankan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan persuasif melalui berbagai kegiatan sosialisasi di sekolah, kampus, dan komunitas pemuda.

Program penguatan karakter, literasi digital, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi langkah konkret untuk membentengi generasi muda dari pengaruh ideologi ekstrem.

Menurutnya, pendekatan seperti ini penting karena ruang penyebaran paham radikal kini semakin terbuka, terutama melalui media sosial dan ruang digital.

Wibowo juga mengingatkan perlunya membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis. Kemampuan tersebut menjadi salah satu kunci agar anak muda tidak mudah terpengaruh propaganda yang menyesatkan.

“Anak-anak dan generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh propaganda, terutama di ruang digital yang semakin terbuka,” ujar Wibowo.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai cinta tanah air dan moderasi beragama. Nilai-nilai itu dinilai menjadi fondasi penting yang selaras dengan berbagai program pemerintah dalam membangun ketahanan ideologi generasi muda.

Selain keluarga, peran sekolah dan lingkungan sosial juga dinilai sangat menentukan. Lingkungan yang sehat, terbuka, dan inklusif akan membantu anak-anak serta remaja tumbuh dengan pemahaman yang lebih baik tentang toleransi, kebersamaan, dan pentingnya menghargai perbedaan.

Wibowo juga mengimbau tokoh masyarakat, tokoh agama, pendidik, dan pemimpin komunitas untuk bersama-sama menyampaikan bahwa tidak ada ajaran agama yang membenarkan kekerasan.

Pesan tersebut dinilai penting agar anak dan generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang memelintir nilai-nilai agama untuk kepentingan ekstremisme.

Pelibatan seluruh unsur masyarakat harus terus diperkuat agar cita-cita membangun generasi muda yang toleran, damai, dan sejahtera dapat terwujud.

More From Author

Tata Kelola Profesional Perkuat Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *