Praktisi Soroti Peran MBG dalam Mendorong Ekonomi dan Pembangunan Kemanusiaan

Jakarta – Praktisi sekaligus Influencer, Salsabilla Terra Finieli menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan fondasi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 bukan sekadar narasi utopis yang dikejar melalui pembangunan infrastruktur fisik, melainkan sebuah perjuangan sunyi namun fundamental dalam membangun kualitas manusia di setiap meja makan anak bangsa,” ujar Salsabilla.

Ia menilai bahwa MBG merupakan katalisator utama yang akan menentukan daya saing Indonesia di tingkat global dalam dua dekade mendatang. Menurutnya, pemenuhan nutrisi merupakan investasi paling jujur yang dapat dilakukan negara demi memastikan generasi masa depan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara fisik dan mental.

“Pemenuhan nutrisi adalah investasi paling jujur yang dilakukan negara untuk memastikan bahwa generasi masa depan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki ketahanan kognitif dan fisik untuk memimpin dunia,” tegasnya.

Salsabilla juga mengacu pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menunjukkan prevalensi stunting pada 2023 masih berada di angka 21,5%. Meski pemerintah menargetkan penurunan hingga 14%, ia memandang program MBG sebagai langkah percepatan yang konkret dan terukur.

Dengan anggaran awal sekitar Rp 71 triliun dan menjangkau lebih dari 82,9 juta penerima manfaat—mulai dari anak sekolah, santri, hingga ibu hamil—program ini dinilai sebagai transformasi besar dalam pembangunan SDM nasional.

“Nutrisi yang terjamin akan berdampak langsung pada performa akademik dan produktivitas belajar, sekaligus mengurangi beban ekonomi negara di masa depan akibat loss of productivity,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa MBG juga memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian nasional, khususnya dalam memperkuat sektor pangan lokal. Program ini diyakini mampu menciptakan rantai pasok domestik yang kuat melalui penyerapan hasil pertanian, peternakan, dan produk UMKM.

“Implementasi MBG berbasis bahan baku lokal akan memastikan perputaran ekonomi hingga ke desa-desa, menciptakan efek pengganda yang memperkuat ketahanan pangan nasional,” tambah Salsabilla.

Di tingkat global, ia menilai kebijakan ini dapat menempatkan Indonesia sebagai rujukan bagi negara berkembang dalam mengatasi persoalan malnutrisi dan stunting. Keberhasilan MBG, menurutnya, akan menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam membangun manusia sebagai aset utama bangsa.

More From Author

Program MBG Perkuat Konsumsi Domestik di Tengah Tantangan Global

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *