Cadangan Beras Aman, Pemerintah Siapkan Antisipasi El Nino

Jakarta – Pemerintah memperkuat kesiapan ketahanan pangan nasional dalam menghadapi potensi dampak fenomena El Niño dan musim kemarau berkepanjangan.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan cadangan beras nasional dalam kondisi aman, didukung capaian pengadaan beras yang telah melampaui target penugasan pemerintah serta upaya penyerapan hasil panen petani dalam negeri.

“Saat ini realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) Perum Bulog secara keseluruhan telah mencapai 4.115.014 ton setara beras, atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton,” kata Ahmad.

Ia juga memastikan pasokan beras nasional aman hingga pertengahan tahun depan, dengan stok Bulog yang saat ini mencapai 4,5 juta ton. Menurutnya, ketersediaan beras di masyarakat serta produksi yang masih dalam proses pertumbuhan turut menjadi faktor pendukung dalam menjaga kecukupan pasokan nasional.

“Nah, 4,5 juta ton ditambah dengan stok yang ada di umum, di masyarakat itu yang dijual ke restoran, kafe, di rumah-rumah, di warung-warung itu ada itu 10 juta ton. Ditambah lagi yang sudah standing crop itu yang sudah ditanam,” katanya.

Ahmad menjelaskan, Bulog telah melakukan penyerapan gabah dan beras petani sejak awal tahun sebagai langkah antisipasi terhadap potensi El Nino dan musim kemarau berkepanjangan. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus memastikan hasil panen petani dapat terserap secara optimal.

Meski produksi beras diprediksi turun dari 12 juta ton menjadi 9–10 juta ton akibat El Nino, Bulog memperkirakan cadangan beras nasional masih mencukupi kebutuhan hingga Juli 2027, dengan sisa stok sekitar 2 juta ton. Perhitungan tersebut mengacu pada konsumsi beras nasional sekitar 2,2 juta ton per bulan.

“Kita punya 24 juta ton kan. Nah, sampai Juli 2027 itu baru hampir habis. Kita masih ada stok lebih kurang 2 juta ton,” katanya.

Capaian pengadaan dan terjaganya cadangan beras tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Ahmad optimistis Indonesia dapat mempertahankan swasembada beras pada 2026 tanpa impor, dengan dukungan ketersediaan stok dan penguatan produksi dalam negeri.

“InsyaAllah, pada 2026 tidak ada impor beras dan stok tetap terjamin dengan baik. Kami berharap swasembada pangan berkelanjutan benar-benar terwujud pada tahun ini,” ungkap Ahmad. (*)

More From Author

El Nino Mengintai, Cadangan Beras Nasional Tetap Terjaga

Cadangan Beras Terjaga, El Nino Diantisipasi Sejak Dini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *