Yogyakarta – Penguatan literasi digital dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan ruang informasi yang sehat, terpercaya, dan berbasis data di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Kemampuan masyarakat dalam memahami, memilah, dan memverifikasi informasi menjadi faktor utama untuk mencegah penyebaran informasi yang keliru sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Perencana dan Pengendalian Berita TVRI Jawa Tengah Andreas Yulianto Herri Istiyono di Yogyakarta, dikutip Senin (20/7/2026).
Menurut Andreas, ruang digital saat ini memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap berbagai isu, termasuk kebijakan strategis pemerintah. Karena itu, masyarakat dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Informasi yang tidak akurat dapat membentuk persepsi yang keliru terhadap kebijakan negara. Karena itu, masyarakat perlu mengutamakan sumber informasi yang kredibel, dapat dipertanggungjawabkan, serta melakukan verifikasi sebelum menerima maupun menyebarluaskan informasi,” ujar Ketua Tim Perencana dan Pengendalian Berita TVRI Jawa Tengah Andreas Yulianto Herri Istiyono.
Ia menjelaskan, informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap berbagai kebijakan nasional. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau membiasakan diri melakukan verifikasi informasi dan menjadikan sumber resmi sebagai rujukan utama.
Andreas menambahkan, informasi resmi pemerintah perlu menjadi acuan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh berdasarkan data yang valid. Dengan demikian, berbagai kebijakan strategis nasional dapat dipahami secara lebih komprehensif tanpa terdistorsi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Sejalan dengan itu, pemerintah juga terus memperkuat komunikasi publik melalui penyampaian informasi yang positif, edukatif, dan berbasis data. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kedaulatan informasi sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai berbagai program dan kebijakan strategis nasional.
Lebih lanjut, Andreas menilai penguatan literasi digital tidak hanya bertujuan mencegah penyebaran hoaks, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab dalam menjaga kualitas informasi di ruang digital.
“Ruang digital harus dimanfaatkan sebagai sarana yang produktif untuk mendukung pembangunan nasional, memperkuat persatuan, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap berbagai kebijakan strategis pemerintah. Dengan literasi digital yang baik, masyarakat akan lebih bijak dalam menyikapi informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menyesatkan,” pungkas Ketua Tim Perencana dan Pengendalian Berita TVRI Jawa Tengah Andreas Yulianto Herri Istiyono.
Melalui penguatan literasi digital dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama, ruang digital diharapkan mampu menjadi instrumen yang mendukung ketahanan nasional, memperkuat persatuan bangsa, serta menciptakan ekosistem informasi yang sehat, terpercaya, dan bertanggung jawab.
