MBG Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat

Kebumen, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki tujuan strategis dalam menjawab persoalan pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah masih adanya ketimpangan pangan dan ekonomi, program tersebut perlu terus diperkuat melalui pengawasan, evaluasi, dan perbaikan sistem agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Pengamat Politik sekaligus Asisten DPRD Jawa Tengah, Muhammad Sakur menyampaikan bahwa 81 tahun setelah Indonesia merdeka, masih terdapat sejumlah persoalan sosial yang perlu diselesaikan, mulai dari ketimpangan pangan dan ekonomi hingga pemenuhan hak anak terhadap kebutuhan gizi yang layak.

Menurutnya, MBG merupakan program yang memiliki tujuan baik karena diarahkan untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak Indonesia. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tujuan yang ingin dicapai, melainkan juga oleh kualitas pelaksanaan di lapangan.

“MBG adalah program yang punya tujuan mulia, yaitu memperbaiki gizi anak Indonesia. Namun implementasinya perlu terus kita awasi dan evaluasi agar tidak ada anak Indonesia yang menjadi korban dalam pelaksanaannya,” ujar Muhammad Sakur.

Ia menekankan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) bersama pemerintah sebagai penyelenggara perlu terus melakukan penyempurnaan terhadap sistem pelaksanaan MBG.

“Pengawasan terhadap seluruh pihak yang terlibat juga diperlukan untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan dan tidak menyimpang dari tujuan utamanya.” Lanjutnya.

Lebih lanjut, Muhammad Sakur mendukung langkah BGN untuk menindak tegas mitra pelaksana yang terbukti melakukan pelanggaran atau bermain dalam pelaksanaan program.

Menurutnya, penertiban tersebut penting untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan anggaran dan sumber daya yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Kalau memang ada mitra yang bermain dan tidak menjalankan program sesuai ketentuan, tentu harus ditertibkan. Kita mendukung BGN untuk melakukan pembenahan agar MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain aspek pemenuhan gizi, ia menilai MBG memiliki potensi untuk memberikan dampak ekonomi melalui perputaran aktivitas produksi dan distribusi di tingkat lokal. Keterlibatan pelaku usaha, petani, peternak, nelayan, dan penyedia bahan pangan lokal dapat menjadi bagian dari ekosistem program apabila dikelola secara transparan dan tepat sasaran.

Muhammad Sakur berharap evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dengan perbaikan sistem dan penindakan terhadap pelanggaran, program tersebut diharapkan mampu mencapai tujuan utamanya, yakni meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

More From Author

KDMP Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Desa dan Ketahanan Ekonomi Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *