Revitalisasi Satuan Pendidikan Digenjot untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat program revitalisasi satuan pendidikan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Program ini difokuskan pada sekolah-sekolah terdampak bencana, wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta satuan pendidikan dengan kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan berat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional untuk memastikan seluruh peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang aman dan layak. Menurutnya, pemerintah berkomitmen menghadirkan pemerataan kualitas pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana pendidikan secara menyeluruh.

“Revitalisasi kami fokuskan pada sekolah terdampak bencana, daerah 3T, serta sekolah dengan kerusakan berat agar peserta didik dapat belajar di lingkungan yang aman dan layak,” ujarnya.

Abdul Mu’ti juga memastikan seluruh program revitalisasi tahun 2025 telah selesai dilaksanakan. Program revitalisasi ini mencakup pembangunan dan rehabilitasi berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, hingga ruang komputer.

Selain itu, pemerintah juga memperhatikan fasilitas sanitasi serta sarana pendukung lainnya guna menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman bagi siswa dan tenaga pendidik.

Kemendikdasmen juga mengedepankan penggunaan data yang akurat sebagai dasar perencanaan program. Pendekatan ini dinilai penting agar pelaksanaan revitalisasi dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk pada lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Ia menyatakan bahwa seluruh satuan pendidikan harus mendapatkan perhatian yang setara dalam kebijakan pembangunan nasional, baik dari sisi infrastruktur, kualitas tenaga pendidik, maupun akses terhadap sumber belajar yang memadai.

“Madrasah, sekolah keagamaan, dan sekolah umum harus mendapatkan perhatian yang setara agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin merata,” ujarnya.

Dukungan terhadap madrasah dan sekolah keagamaan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai keislaman maupun kebangsaan.

Program revitalisasi satuan pendidikan diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional. Upaya ini sekaligus menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas. (*)

More From Author

Koperasi Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Syariah Berbasis Desa

Pemerintah Pacu Pendidikan Bermutu melalui Penguatan Kebijakan dan Tata Kelola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *